Sabtu, 19 September 2015

RPP Agama Katolik

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(  R P P  )
 
SD                                        :  SD RUANG RINDU
Mata Pelajaran                   :  Agama Katolik
Kelas / Semester                 :  II / 2
Standar Kompetensi          :  Yesus Kristus dan Gereja.
                                                                2.   Memahami karya penyelamatan Allah melalui tokoh-tokoh dalam Perjanjian Lama dan berlanjut pada Yesus Kristus sebagai puncak penyelamatan-Nya dan diteruskan oleh  Gereja sehingga  dapat memotivasi siswa untuk mengembangkan diri dalam keterlibatan/perwujudan imannya dalam hidup bersama di tengah masyarakat
Kompetensi Dasar              : 2.1 Memahami  dan mengimani Yesus Kristus sebagai  Putera  Allah yang diutus untuk menyelamatkan dunia
Indikator Pencapaian Kompetensi :     
§  Menceritakan kunjungan tiga Raja dari Timur kepada Yesus yang lahir di kandang (Mat 2:1)
§  Menyebutkan maksud kunjungan tiga raja kepada Yesus (Mat 2: 1-12)
§  Menceritakan pengalaman gembira bertemu dengan orang yang dirindukan
§  Menceritakan kisah kegembiraan Simeon dan Hana ketika menerima kedatangan Yesus (Luk 2:21-40)
§  Menceritakan engalaman dipanggil uru untuk membantu  suatu pekerjaan
§  Menceritakan peristiwa Yesus memanggil murid- muridnya untuk membantu tugasNya dalam menyelamatkan manusia (Mrk 1: 16-20)
§  Menyatakan niatnya membantu Yesus dalam menolong orang lain
§  Menceritakan kisah Yesus menyembuhkan orang sakit (Mat 8: 5-13)
§  Mengungkapkan bahwa iman yang besar kepada Allah, dapat menyelamatkan manusia
§  Mengungkapkan usaha-usaha untuk dapat semakin beriman kepada Yesus
§  Menyusun doa pendek untuk orang sakit
§  Menceritakan pengorbanan St.Maximillianus Maria Kolbe demi keselamatan temannya (Seri orang Kudus: Kanisius)
§  Menceritakan kisah sengsara dan wafat Yesus demi keselamatan manusia (Mat 26, 27, 56)
§  Menceritakan pengalaman ketika mengalami kesusahan/kesulitan,kemudian mendapat semangat kembali karena bantuan orang lain
§  Menceritakan peristiwa kebangkitan Yesus (Yoh 20: 1-18)
§  Menyusun doa pendek untuk mengungkapkanpermohonan dikala sedih, kepada Yesus yang telah bangkit Menceritakan peristiwa pengakuanThomas terhadap Yesus yang bangkit sebagai Tuhan (Yoh 20: 24- 29)
§  Menyanyikan sebuah lagu yang berisi “Yesus adalah Tuhan”
Jenis Test                            :  Terstruktur
Aspek / Skill                        :  Efektif psikomotorik.
Alokasi Waktu                    :  2  X  pertemuan  (  4  X  35  ).
 

A.          Tujuan Pembelajaran.
Pertemuan    1
Pada akhir pelajaran siswa dapat  :
§  Mengucapkan doa yang disusun oleh guru.
§  Menjelaskan kisah tiga raja  dari timur.
§  Menceritakan pengalaman gembira ketika bertemu dengan orang yang sudah lama dirindukan
§  Menjelaskan peristiwa Yesus memanggil muridmuridNya
§  Yesus menyembuhkan orang sakit.
Pertemuan    2
        Pada akhir pelajaran siswa dapat  :
§  Menjelaskan kisah sengsara dan wafat Yesus
§  Memahami dan Menghayati arti Kebangkitan Yesus bagi manusia
§  Menjelaskan kisah pengakuan Thomas.
Nilai Karakter siswa yang diharapkan  : 
§  Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif
Kewirausahaan / Ekonomi Kreatif  : 
§  Patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya.
§  Toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain
§  Percaya diri (keteguhan hati, optimis).
§  Berorientasi pada tugas (bermotivasi, tekun/tabah, bertekad, enerjik).
§  Pengambil resiko (suka tantangan, mampu memimpin)
§  Orientasi ke masa depan (punya perspektif untuk masa depan)


B.           Materi Pembelajaran.
Pertemuan    1.
§  Tiga Raja dari Timur
§  Maria membawa Yesus kerumah Tuhan
§  Yesus memanggil muridmuridnya
§  Yesus menyembuhkan orang sakit
Pertemuan    2.
§  Yesus wafat
§  Yakub bangkit
§  Yesus Tuhan

C.          Langkah-langkah kegiatan  :
Kegiatan awal  :
§   Berdoa, apersepsi  :  Sebutkan penyelamatan Allah yang dialami oleh tokoh-tokoh sebelum Yesus ? (nilai yang ditanamkan: Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif)
§  Penjelasan tentang, memahami dan mengimani Yesus Kristus sebagai Putera Allah yang diutus untuk menyelamatkan dunia. (nilai yang ditanamkan: Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif)
Kegiatan inti  :
& Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
§  Mengajak anak untuk memahami dan mengimani Yesus Kristus sebagai Putera Allah yang diutus untuk menyelamatkan dunia (nilai yang ditanamkan: Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif)
§  Menjelaskan pada anak arti kisah tiga raja dari timur. (nilai yang ditanamkan: Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif)
§  Menceritakan pada anak tentang kunjungan tiga Raja dari Timur kepada Yesus yang lahir di kandang (Mat 2:1) (nilai yang ditanamkan: Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif)
§  Menceritakan pada anak tentang kisah kegembiraan Simeon dan Hana ketika menerima kedatangan Yesus (Luk 2:21-40) (nilai yang ditanamkan: Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif)
& Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
§  Menjelaskan pada anak tentang peristiwa Yesus memanggil muridmuridNya (nilai yang ditanamkan: Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif)
§  Menjelaskan pada anak tentang kisah Yesus menyembuhkan orang (nilai yang ditanamkan: Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif)
§  Menjelaskan pada anak tentang kisah sengsara dan wafat Yesus. (nilai yang ditanamkan: Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif)
§  Memahami dan menghayati arti Kebangkitan Yesus bagi manusia (nilai yang ditanamkan: Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif)
§  Menjelaskan pada anak tentang kisah pengakuan Thomas (nilai yang ditanamkan: Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif)
& Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,Siswa :
§  Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui siswa (nilai yang ditanamkan: Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif)
§  bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan (nilai yang ditanamkan: Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif)
Kegiatan Akhir  :
§  Resensi memahami dan mengimani Yesus Kristus sebagai Putera Allah yang diutus untuk menyelamatkan dunia. (nilai yang ditanamkan: Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif)
§  Menceritakan pada anak tentang kunjungan tiga Raja dari Timur kepada Yesus yang lahir di kandang (Mat 2:1) (nilai yang ditanamkan: Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif)
§  Menceritakan pada anak tentang Maria membawa Yesus kerumah Tuhan (nilai yang ditanamkan: Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif)
§  Menjelaskan pada anak tentang  hal yang penting dan bermanfaat berdasarkan kisah Yakub dan Esau (nilai yang ditanamkan: Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif)
§  Menceritakan pada anak tentang peristiwa Yesus memanggil murid-muridnya untuk membantu tugasNya dalam menyelamatkan manusia (Mrk 1: 16-20) (nilai yang ditanamkan: Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif)
§  Menceritakan pada anak tentang kisah Yesus menyembuhkan orang sakit (Mat 8: 5-13) (nilai yang ditanamkan: Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif)
§  Menceritakan pada anak tentang kisah sengsara dan wafat Yesus demi keselamatan manusia (Mat 26, 27, 56) (nilai yang ditanamkan: Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif)
§  Menceritakan pada anak tentang peristiwa kebangkitan Yesus (Yoh 20: 1-18) (nilai yang ditanamkan: Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif)
§  Menceritakan pada anak tentang peristiwa pengakuanThomas terhadap Yesus yang bangkit sebagai Tuhan (Yoh 20: 24-29) (nilai yang ditanamkan: Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif)
§  Berdoa  (  penutup  )  (nilai yang ditanamkan: Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif)  

D.          Sumber Belajar  :
§  Alkitab.
§  Guru dan peserta didik.
§  Buku KTSP

E.           Penilaian.
RANAH  PENILAIAN
1)      Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak). Aspek kognitif berhubungan dengan kemampuan berfikir termasuk di dalamnya kemampuan memahami, menghafal, mengaplikasi, menganalisis, mensistesis dan kemampuan mengevaluasi
-      Ranah kognitif berhubungan erat dengan kemampuan berfikir, termasuk di dalamnya kemampuan menghafal, rnemahami, mengaplikasi, menganalisis, mensintesis dan kemampuan mengevaluasi
-      Cakupan yang diukur dalam ranah Kognitif adalah: Ingatan (C1), Pemahaman (C2), Penerapan (C3), Analisis (C4), Sintesis (C5), dan Evaluasi (C6).

2)      Ranah afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai.
Ranah afektif menjadi lebih rinci lagi ke dalam lima jenjang, yaitu: (1) receiving (2) responding (3) valuing (4) organization (5) characterization by evalue or calue complex.
-      Ciri ranah penilaian afektif yaitu pemikiran atau perilaku harus memiliki dua kriteria untuk diklasifikasikan sebagai ranah afektif (Andersen, 1981:4). Pertama, perilaku melibatkan perasaan dan emosi seseorang. Kedua, perilaku harus tipikal perilaku seseorang. Kriteria lain yang termasuk ranah afektif adalah intensitas, arah, dan target. Intensitas menyatakan derajat atau kekuatan dari perasaan. Beberapa perasaan lebih kuat dari yang lain, misalnya cinta lebih kuat dari senang atau suka. Sebagian orang kemungkinan memiliki perasaan yang lebih kuat dibanding yang lain. Arah perasaan berkaitan dengan orientasi positif atau negatif dari perasaan yang menunjukkan apakah perasaan itu baik atau buruk. Misalnya senang pada pelajaran dimaknai positif, sedang kecemasan dimaknai negatif. Bila intensitas dan arah perasaan ditinjau bersama-sama, maka karakteristik afektif berada dalam suatu skala yang kontinum. Target mengacu pada objek, aktivitas, atau ide sebagai arah dari perasaan.
-      Ranah afektif tidak dapat diukur seperti halnya ranah kognitif, karena dalam ranah afektif kemampuan yang diukur adalah: Menerima (memperhatikan), Merespon, Menghargai, Mengorganisasi.

3)      Ranah psikomotor merupakan ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skill) atau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu.
Ranah psikomotor adalah ranah yang berhubungan dengan aktivitas fisik, misalnya lari, melompat, melukis, menari, memukul, dan sebagainya. Hasil belajar ranah psikomotor dikemukakan oleh Simpson (1956) yang menyatakan bahwa hasil belajar psikomotor ini tampak dalam bentuk keterampilan (skill) dan kemampuan bertindak individu.
-      Hasil belajar keterampilan (psikomotor) dapat diukur melalui: (1) pengamatan langsung dan penilaian tingkah laku peserta didik selama proses pembelajaran praktik berlangsung, (2) sesudah mengikuti pembelajaran, yaitu dengan jalan memberikan tes kepada peserta didik untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap, (3) beberapa waktu sesudah pembelajaran selesai dan kelak dalam lingkungan kerjanya. Dalam ranah psikomotorik yang diukur meliputi (1) gerak refleks, (2) gerak dasar fundamen, (3) keterampilan  perseptual; diskriminasi kinestetik, diskriminasi visual, diskriminasi auditoris, diskriminasi taktis, keterampilan perseptual yang terkoordinasi, (4) keterampilan fisik, (5) gerakan terampil, (6) komunikasi non diskusi (tanpa bahasa-melalui gerakan) meliputi: gerakan ekspresif, gerakan interprestatif

Indikator Pencapaian
Kompetensi
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
Instrumen/ Soal
§  Menceritakan kunjungan tiga Raja dari Timur kepada Yesus yang lahir di kandang (Mat 2:1)
§  Menyebutkan maksud kunjungan tiga raja kepada Yesus (Mat 2: 1-12)
§  Menceritakan pengalaman gembira bertemu dengan orang yang dirindukan
§  Menceritakan kisah kegembiraan Simeon dan Hana ketika menerima kedatangan Yesus (Luk 2:21-40)
§  Menceritakan engalaman dipanggil uru untuk membantu  suatu pekerjaan
§  Menceritakan peristiwa Yesus memanggil murid- muridnya untuk membantu tugasNya dalam menyelamatkan manusia (Mrk 1: 16-20)
§  Menyatakan niatnya membantu Yesus dalam menolong orang lain
§  Menceritakan kisah Yesus menyembuhkan orang sakit (Mat 8: 5-13)
§  Mengungkapkan bahwa iman yang besar kepada Allah, dapat menyelamatkan manusia
§  Mengungkapkan usaha-usaha untuk dapat semakin beriman kepada Yesus
§  Menyusun doa pendek untuk orang sakit
§  Menceritakan pengorbanan St.Maximillianus Maria Kolbe demi keselamatan temannya (Seri orang Kudus: Kanisius)
§  Menceritakan kisah sengsara dan wafat Yesus demi keselamatan manusia (Mat 26, 27, 56)
§  Menceritakan pengalaman ketika mengalami kesusahan/kesulitan,kemudian mendapat semangat kembali karena bantuan orang lain
§  Menceritakan peristiwa kebangkitan Yesus (Yoh 20: 1-18)
§  Menyusun doa pendek untuk mengungkapkanpermohonan dikala sedih, kepada Yesus yang telah bangkit Menceritakan peristiwa pengakuanThomas terhadap Yesus yang bangkit sebagai Tuhan (Yoh 20: 24- 29)
§  Menyanyikan sebuah lagu yang berisi “Yesus adalah Tuhan”
§  Lisan
§  Unjuk kerja
§  Perilaku

§  Pertannyaan,lisan, Isian dan kreatifi-tas
§  Ceritakan kunjungan tiga Raja dari Timur kepada Yesus yang lahir di kandang (Mat 2:1)
§  Sebutkan maksud kunjungan tiga raja kepada Yesus (Mat 2: 1-12)
§  Ceritakan pengalaman gembira bertemu dengan orang yang dirindukan
§  Ceritakan kisah kegembiraan Simeon dan Hana ketika menerima kedatangan Yesus (Luk 2:21-40)
§  Ceritakan engalaman dipanggil uru untuk membantu  suatu pekerjaan
§  Ceritakan peristiwa Yesus memanggil murid- muridnya untuk membantu tugasNya dalam menyelamatkan manusia (Mrk 1: 16-20)
§  Jelaskan niatnya membantu Yesus dalam menolong orang lain
§  Ceritakan kisah Yesus menyembuhkan orang sakit (Mat 8: 5-13)
§  Jelaskan bahwa iman yang besar kepada Allah, dapat menyelamatkan manusia
§  Jelaskan usaha-usaha untuk dapat semakin beriman kepada Yesus
§  Susunkan doa pendek untuk orang sakit
§  Ceritakan pengorbanan St.Maximillianus Maria Kolbe demi keselamatan temannya (Seri orang Kudus: Kanisius)
§  Ceritakan kisah sengsara dan wafat Yesus demi keselamatan manusia (Mat 26, 27, 56)
§  Ceritakan pengalaman ketika mengalami kesusahan/kesulitan,kemudian mendapat semangat kembali karena bantuan orang lain
§  Ceritakan peristiwa kebangkitan Yesus (Yoh 20: 1-18)
§  Susunkan doa pendek untuk mengungkapkanpermohonan dikala sedih, kepada Yesus yang telah bangkit Menceritakan peristiwa pengakuanThomas terhadap Yesus yang bangkit sebagai Tuhan (Yoh 20: 24- 29)
§  Yanyikan sebuah lagu yang berisi “Yesus adalah Tuhan”


Mengetahui,
Kepala Sekolah



( …………………………… )
NIP

………………………….., 20
Guru  Mapel Pelajaran Agama Katolik



( …………………………… )
NIP



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(  R P P  )
 
SD                                        :  SD RUANG RINDU
Mata Pelajaran                   :  Agama Katolik
Kelas / Semester                 :  II / 2
Standar Kompetensi          :  Yesus Kristus dan Gereja.
                                                                2.   Memahami karya penyelamatan Allah melalui tokoh-tokoh dalam Perjanjian Lama dan berlanjut pada Yesus Kristus sebagai puncak penyelamatan-Nya dan diteruskan oleh  Gereja sehingga  dapat memotivasi siswa untuk mengembangkan diri dalam keterlibatan/perwujudan imannya dalam hidup bersama di tengah masyarakat
Kompetensi Dasar              : 2.2 Menanggapi panggilan Allah dengan percaya dan mengungkap-kannya  dalam wujud menghormati / menyembah serta berdoa kepadaNya
Indikator Pencapaian Kompetensi :     
§  Menceritakan pengala-man mempercayai orang tuanya
§  Menceritakan kepercayaan Maria ketika menerima kabar gembira dari Malaikat (Luk 1:26-38)
§  Menyanyikan lagu “Tuhan adalah Gembalaku”.
§  Menceritakan pengala-mannya menghormati guru, orang tua, dan orang dewasa lainnya
§  Menyebutkan firman Allah tentang kewajiban menyembah-Nya (Kel 20: 1-3)
§  Menyebutkan perbuatan / tindakan yang mewujud-kan penyembahan kepada Allah
§  Mengungkapkan pengalaman ketika bercakap-cakap dengan orang tua
§  Menceritakan kisah Nabi Musa bercakap-cakap dengan Allah (Kel 3: 1-4. 17)
§  Menyusun sebuah doa singkat
§  Mengungkapkan pengalaman bercakap-cakap dengan orang tua secara sopan
§  Memperagakan sikap dan cara berdoa yang baik
Jenis Test                            :  Terstruktur
Aspek / Skill                        :  Efektif psikomotorik.
Alokasi Waktu                    :  2  X  pertemuan  (  4  X  35  ).
 


A.          Tujuan Pembelajaran.
Pertemuan    1
Pada akhir pelajaran siswa dapat  :
§  Mengucapkan doa yang disusun oleh guru.
§  Meneladani iman Maria kepada Allah
§  Melakukan perbuatan menyembah Allah.
Pertemuan    2
        Pada akhir pelajaran siswa dapat  :
§  Menjelaskan arti doa
§  Berdoa dengan sikap dan cara baik.
Nilai Karakter siswa yang diharapkan  : 
§  Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif
Kewirausahaan / Ekonomi Kreatif  : 
§  Patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya.
§  Toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain
§  Percaya diri (keteguhan hati, optimis).
§  Berorientasi pada tugas (bermotivasi, tekun/tabah, bertekad, enerjik).
§  Pengambil resiko (suka tantangan, mampu memimpin)
§  Orientasi ke masa depan (punya perspektif untuk masa depan)

B.           Materi Pembelajaran.
Pertemuan    1.
§  Percaya kepada Allah
§  Menyembah Allah
Pertemuan    2.
§  Berdoa berarti berbicara kepada Allah
§  Sikap dan cara berdoa yang baik

C.          Langkah-langkah kegiatan  :
Kegiatan awal  :
§   Berdoa, apersepsi  :  Bagaimana cara Menanggapi panggilan Allah ? (nilai yang ditanamkan: Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif)
§  Penjelasan tentang, Menanggapi panggilan Allah dengan percaya dan mengungkap-kannya  dalam wujud menghormati / menyembah serta berdoa kepada-Nya. (nilai yang ditanamkan: Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif)
Kegiatan inti  :
& Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
§  Mengajak anak untuk memahami Percaya kepada Allah
§  Menjelaskan pada anak tentang kewajiban menyembah-Nya (Kel 20: 1-3)
§  Menjelaskan pada anak arti doa.
& Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
§  Memperagakan pada anak tentang sikap dan cara berdoa yang baik (nilai yang ditanamkan: Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif)
& Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,Siswa :
§  Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui siswa (nilai yang ditanamkan: Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif)
§  bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan (nilai yang ditanamkan: Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif)
Kegiatan Akhir  :
§  Resensi Menanggapi panggilan Allah dengan percaya dan mengungkap-kannya  dalam wujud menghormati / menyembah serta berdoa kepada-Nya. (nilai yang ditanamkan: Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif)
§  Menceritakan kepercayaan Maria ketika menerima kabar gembira dari Malaikat (Luk 1:26-38) (nilai yang ditanamkan: Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif)
§  Menyebutkan firman Allah tentang kewajiban menyembah-Nya (Kel 20: 1-3) (nilai yang ditanamkan: Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif)
§  Menyusun sebuah doa singkat (nilai yang ditanamkan: Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif)
§  Berdoa dengan sikap dan cara baik (nilai yang ditanamkan: Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif)
§  Berdoa  (  penutup  ) (nilai yang ditanamkan: Religious, Jujur, Disiplin, Kerja keras, Bersahabat/  komunikatif)   

D.          Sumber Belajar  :
§  Alkitab.
§  Guru dan peserta didik.
§  Buku KTSP

E.           Penilaian.
RANAH  PENILAIAN
1)      Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak). Aspek kognitif berhubungan dengan kemampuan berfikir termasuk di dalamnya kemampuan memahami, menghafal, mengaplikasi, menganalisis, mensistesis dan kemampuan mengevaluasi
-      Ranah kognitif berhubungan erat dengan kemampuan berfikir, termasuk di dalamnya kemampuan menghafal, rnemahami, mengaplikasi, menganalisis, mensintesis dan kemampuan mengevaluasi
-      Cakupan yang diukur dalam ranah Kognitif adalah: Ingatan (C1), Pemahaman (C2), Penerapan (C3), Analisis (C4), Sintesis (C5), dan Evaluasi (C6).

2)      Ranah afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai.
Ranah afektif menjadi lebih rinci lagi ke dalam lima jenjang, yaitu: (1) receiving (2) responding (3) valuing (4) organization (5) characterization by evalue or calue complex.
-      Ciri ranah penilaian afektif yaitu pemikiran atau perilaku harus memiliki dua kriteria untuk diklasifikasikan sebagai ranah afektif (Andersen, 1981:4). Pertama, perilaku melibatkan perasaan dan emosi seseorang. Kedua, perilaku harus tipikal perilaku seseorang. Kriteria lain yang termasuk ranah afektif adalah intensitas, arah, dan target. Intensitas menyatakan derajat atau kekuatan dari perasaan. Beberapa perasaan lebih kuat dari yang lain, misalnya cinta lebih kuat dari senang atau suka. Sebagian orang kemungkinan memiliki perasaan yang lebih kuat dibanding yang lain. Arah perasaan berkaitan dengan orientasi positif atau negatif dari perasaan yang menunjukkan apakah perasaan itu baik atau buruk. Misalnya senang pada pelajaran dimaknai positif, sedang kecemasan dimaknai negatif. Bila intensitas dan arah perasaan ditinjau bersama-sama, maka karakteristik afektif berada dalam suatu skala yang kontinum. Target mengacu pada objek, aktivitas, atau ide sebagai arah dari perasaan.
-      Ranah afektif tidak dapat diukur seperti halnya ranah kognitif, karena dalam ranah afektif kemampuan yang diukur adalah: Menerima (memperhatikan), Merespon, Menghargai, Mengorganisasi.

3)      Ranah psikomotor merupakan ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skill) atau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu.
Ranah psikomotor adalah ranah yang berhubungan dengan aktivitas fisik, misalnya lari, melompat, melukis, menari, memukul, dan sebagainya. Hasil belajar ranah psikomotor dikemukakan oleh Simpson (1956) yang menyatakan bahwa hasil belajar psikomotor ini tampak dalam bentuk keterampilan (skill) dan kemampuan bertindak individu.
-      Hasil belajar keterampilan (psikomotor) dapat diukur melalui: (1) pengamatan langsung dan penilaian tingkah laku peserta didik selama proses pembelajaran praktik berlangsung, (2) sesudah mengikuti pembelajaran, yaitu dengan jalan memberikan tes kepada peserta didik untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap, (3) beberapa waktu sesudah pembelajaran selesai dan kelak dalam lingkungan kerjanya. Dalam ranah psikomotorik yang diukur meliputi (1) gerak refleks, (2) gerak dasar fundamen, (3) keterampilan  perseptual; diskriminasi kinestetik, diskriminasi visual, diskriminasi auditoris, diskriminasi taktis, keterampilan perseptual yang terkoordinasi, (4) keterampilan fisik, (5) gerakan terampil, (6) komunikasi non diskusi (tanpa bahasa-melalui gerakan) meliputi: gerakan ekspresif, gerakan interprestatif

Indikator Pencapaian
Kompetensi
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
Instrumen/ Soal
§  Menceritakan pengala-man mempercayai orang tuanya
§  Menceritakan kepercayaan Maria ketika menerima kabar gembira dari Malaikat (Luk 1:26-38)
§  Menyanyikan lagu “Tuhan adalah Gembalaku”.
§  Menceritakan pengala-mannya menghormati guru, orang tua, dan orang dewasa lainnya
§  Menyebutkan firman Allah tentang kewajiban menyembah-Nya (Kel 20: 1-3)
§  Menyebutkan perbuatan / tindakan yang mewujud-kan penyembahan kepada Allah
§  Mengungkapkan pengalaman ketika bercakap-cakap dengan orang tua
§  Menceritakan kisah Nabi Musa bercakap-cakap dengan Allah (Kel 3: 1-4. 17)
§  Menyusun sebuah doa singkat
§  Mengungkapkan pengalaman bercakap-cakap dengan orang tua secara sopan
§  Memperagakan sikap dan cara berdoa yang baik
§  Lisan
§  Unjuk kerja
§  Perilaku

§  Pertannyaan,lisan, Isian dan kreatifi-tas
§  Ceritakan pengala-man mempercayai orang tuanya
§  Ceritakan kepercayaan Maria ketika menerima kabar gembira dari Malaikat (Luk 1:26-38)
§  Yanyikan lagu “Tuhan adalah Gembalaku”.
§  Ceritakan pengala-mannya menghormati guru, orang tua, dan orang dewasa lainnya
§  Sebutkan firman Allah tentang kewajiban menyembah-Nya (Kel 20: 1-3)
§  Sebutkan perbuatan / tindakan yang mewujud-kan penyembahan kepada Allah
§  Jelaskan pengalaman ketika bercakap-cakap dengan orang tua
§  Ceritakan kisah Nabi Musa bercakap-cakap dengan Allah (Kel 3: 1-4. 17)
§  Susunkan sebuah doa singkat
§  Jelaskan pengalaman bercakap-cakap dengan orang tua secara sopan
§  Peragakan sikap dan cara berdoa yang baik

Mengetahui,
Kepala Sekolah



( …………………………… )
NIP

………………………….., 20
Guru  Mapel Pelajaran Agama Katolik



( …………………………… )
NIP


Tidak ada komentar:

Posting Komentar