IMPLEMENTASI
KEBIJAKAN PROGRAM PENDIDIKAN
DALAM MENINGKATKAN KUALITAS
PENDIDIKAN
DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN PESERTA DIDIK PADA
SATUAN PENDIDIKAN MENENGAH ATAS
DI KOTA BANDUNG
(Studi
Kasus di SMA Santa Maria 1 dan 2 Bandung)
PROPOSAL
SEMINAR
PENGEMBANGAN PROPOSAL TESIS
Dosen
Pengampu : Prof. Dr. H. Sutaryat
Trisnamansyah, M.A.
Dr. H. Kakay Karyana, M.M.

O l e h :
R. Angwarmase, S.Pd.
NIS : 4103810315166
PROGRAM STUDI MAGISTER
MANAJEMEN PENDIDIKAN
PASCASARJANA
UNIVERSITAS ISLAM NUSANTARA
BANDUNG
2017
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang selalu
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusunan Proposal Penelitian ini
dapat terselesaikan pada waktunya.
Proposal
Penelitian yang berjudul “IMPLEMENTASI
KEBIJAKAN PROGRAM PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DAN
PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN PESERTA DIDIK PADA SATUAN PENDIDIKAN MENENGAH ATAS DI
KOTA BANDUNG” ini, disusun untuk memenuhi persyaratan tugas
Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Seminar
Pengembangan Proposal Tesis Pascasarjana Universitas Islam Nusantara
(UNINUS) Bandung kelas Makro, angkatan XL.
Dalam penyusunan dan penyelesaian proposal
penelitian ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu pada
kesempatan ini peneliti mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada:
yth. Bapak Prof. Dr. H. Sutaryat Trisnamansyah, M.A. dan Dr. H.
Kakay Karyana, M.M. selaku
dosen pengampu Mata Kuliah Seminar Pengembangan
Proposal Tesis dan semua pihak yang telah banyak membantu sehingga
penulisan propasal tesis ini dapat diselesaikan.
Kami menyadari bahwa hasil proposal tesis ini
masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat
membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan proposal tesis ini.
Bandung, Mei 2017
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................... i
DAFTAR ISI …………………….................................................................... ii
A. JUDUL ……………………......................................................................... 1
B. LATAR BELAKANG MASALAH .......................................................... 1
C. RUMUSAN DAN PEMBATASAN MASALAH .................................... 5
1. Rumusan Masalah ..................................................................................... 5
2. Pembatasan Masalah ................................................................................. 6
D. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN ........................................... 6
1. Tujuan Penelitian 6
2.
Manfaat Penelitian ................................................................................... 7
E. ASUMSI, DAN PERTANYAAN PENELITIAN ................................... 8
1. Asumsi Penelitian ...................................................................................... 8
2. Pertanyaan Penelitian ................................................................................ 10
F. METODOLOGI PENELITIAN ............................................................... 10
1.
Pendekatan dan Metode Penelitian ........................................................ 10
a. Pendekatan Penelitian ........................................................................... 10
b. Metode Penelitian ................................................................................. 11
2. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data............................................ 11
a. Teknik Pengumpulan Data ..................................................................... 11
b. Teknik Analisis Data Penelitian ............................................................. 13
c. Instrumen Pengumpulan Data ................................................................ 14
3. Lokasi dan
Subjek Penelitian.................................................................. 14
G. SISTEMATIKA PENULISAN ................................................................. 14
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ 16
A.
JUDUL :
IMPLEMENTASI
KEBIJAKAN PROGRAM
PENDIDIKAN
DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN
DAN PEMBENTUKAN
KEPRIBADIAN PESERTA DIDIK PADA SATUAN PENDIDIKAN MENENGAH ATAS DI KOTA BANDUNG
( Studi Kasus di SMA Santa Maria 1 dan SMA
Santa Maria 2 Bandung)
B. LATAR
BELAKANG MASALAH
Pembangunan yang sedang dilaksanakan
melibatkan seluruh komponen bangsa dalam rangka perwujudan cita-cita bangsa Indonesia, sebagaimana
diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945 alinea ke 4, :
“Kemudian dari
pada itu, untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi
segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan
sosial”
Alinea ke
4 Pembukaan UUD 1945 mengatur beberapa
segi yang mendasari penyelenggaraan kehidupan bernegara yang disebut pokok
kaidah negara yang fundamental sebagai tujuan negara, yaitu: “melindungi
segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejah-teraan umum, mencerdaskan
kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”.
Tujuan Pendidikan Nasional dalam Pembukaan UUD 1945 hasil
Amandemen sebagaimana diuraikan dalam Pasal 31, ayat 3 dan 5 menyebut-kan bahwa
: “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta
ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan
undang-undang”. Pasal 31 ayat 5
menyebutkan bahwa : “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan
menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan
peradaban serta kesejahteraan umat manusia”, seirama dengan tujuan pendidikan secara
internasional.
Perserikatan
Bangsa-Bangsa (PBB) melalui lembaga UNESCO
(United Nations, Educational, Scientific and Cultural Organization) telah mencanangkan
empat pilar pendidikan baik untuk masa sekarang maupun masa depan, yakni: (1) learning to Know, (2) learning to do (3) learning to be, dan (4) learning to live together dalam upaya
meningkatkan kualitas suatu bangsa.
Keempat pilar pendidikan tersebut menggabungkan tujuan-tujuan IQ (Inteligence Qoutient), EQ (Emotional
Qoutient) dan SQ (Spiritual
Qoutient).
Soelaiman (1971) dalam
Sauri S (2006 : 3), menyatakan bawah, pendidikan
merupakan bagian integral dan terjalin dengan kehidupan manusia, merupakan
kebutuhan hidup yang pokok, merupakan suatu kemutlakan bagi kehidupan manusia. Pendidikan merupakan sarana yang paling utama
untuk memberikan respons konstruktif terhadap permasalahan kehidupan sehari-hari,
agar kualitas kehidupan manusia semakin meningkat.
Pendidikan
nasional yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia, berdasarkan Pancasila
dan UUD 1945 diarahkan untuk meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa dan
kualitas sumber daya manusia, mengembangkan manusia serta masyarakat Indonesia
yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan
Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan,
keahlian dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, serta kepribadian yang
mantap dan mandiri. Definisi pendidikan yang populer dikalangan intelektual, sebagaimana dikemukanan Erich Fromm, yakni pendidikan sebagai
sarana untuk memanusiakan manusia. Pendidikan seharusnya memberdayakan, mencerahkan manusia, bukan membentuknya atau
membentuk peserta didik menjadi entitas yang cepat diserap industri.
Pendidikan di Indonesia saat ini cenderung mengarah ke
sana, yakni menyiapkan peserta didik menjadi sosok yang siap kerja dan menjadi
bagian dari dunia industri. Pendidikan (education)
sebenarnya merupakan upaya mebentuk peserta didik untuk memiliki hasrat dan
habitus (tindakan naluriah-instinktif) yang mengarah pada keutamaan (seperti :
keberanian, persahabat-an, kemurahan hati, keadilan, keunggulan, kejujuran,
percaya diri, mandiri, dan lain sebagainya).
Amanat
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 diatur lebih lanjut
dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,
yang memiliki visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang
kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang
menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan
zaman yang selalu berubah. Kualitas manusia yang dibutuhkan bangsa Indonesia
pada masa yang akan datang yaitu manusia Indonesia yang mampu menghadapi
persaingan yang semakin ketat dengan bangsa lain di dunia. Kualitas manusia
Indonesia tersebut dihasilkan melalui penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.
Hasil
pengamatan dan penelitian pendahuluan di SMA Swasta Santa Maria 1 dan Santa
Maria 2 Bandung, dan fakta empiris yang terjadi dalam dunia pendidikan, menunjukkan
bahwa, kualitas pendidikan dan kepribadian peserta didik belum optimal, dan tergradasi dipengaruhi oleh
faktor-faktor dari dalam dan dari luar
(Pengaruh globalisasi, lingkungan keluarga, dan masyarakat) sekolah, diantaranya
faktor kebijakan sekolah, efektifitas
dan efisiensi pendidikan. Peraturan
Sekolah yang mengikat cenderung mengikat
siswa walau itu penting. Sekolah belum memiliki kurikulum sendiri, karena tuntutan RPP, SILABUS
yang “membelenggu” kreatifitias guru dan sekolah dalam mengembangkan
kekuatannya, sehingga terjadi RPP banyak yang jiplak (bahkan ada RPP di jual
bebas, siapapun boleh meniru) padahal RPP seharusnya unik sesuai dengan kondisi
masing-masing sekolah. Adminstrasi-adminstrasi yang ‘membelenggu’ guru, yang
menjadikan guru lebih terfokus pada administrasi.
Pendidikan yang efektif merupakan suatu pendidikan yang memungkinkan
peserta didik untuk dapat belajar dengan mudah, menyenangkan dan dapat tercapai
tujuan sesuai dengan yang diharapkan. Pendidik (dosen, guru, instruktur, dan
trainer) dituntut untuk dapat meningkatkan keefektifan pembelajaran agar pembelajaran
tersebut dapat berguna. Pendidikan formal dinilai hanya menjadi formalitas saja
untuk membentuk sumber daya manusia; tidak peduli bagaimana hasil pembelajaran
formal tersebut, yang terpenting adalah telah melaksanakan pendidikan di
jenjang yang tinggi dan dapat dianggap hebat oleh masyarakat.
Pendidikan
yang efisien dimaksudkan pendidikan yang menghasil-kan efektifitas dari suatu
tujuan dengan proses yang lebih ‘murah’. Dalam proses pendidikan akan jauh
lebih baik jika memperhitungkan untuk memperoleh hasil yang
baik tanpa melupakan proses yang baik pula. Pendidik dan tenaga pendidik kurang
mempertimbangkan prosesnya, hanya bagaimana dapat meraih standar hasil yang
telah disepakati. Beberapa masalah
efisiensi pengajaran adalah mahalnya biaya pendidikan (biaya sekolah, buku,
transportasi, dan biaya lain-lain), waktu yang digunakan dalam proses
pendidikan, mutu pengajar dan banyak hal lain yang menyebabkan kurang
efisiennya proses pendidikan.
Berdasarkan
penelitian pendahuluan pada SMA Swasta Santa Maria 1 dan Santa Maria 2 di
Kota Bandung menunjukan bahwa, kebijakan pendidikan dalam meningkatkan kualitas
pendidikan dan pembentukan kepribadian peserta didik belum menunjukan peningkatan yang optimal, hal ini dikarenakan belum optimalnya dalam
perencenaan, pelaksanaan dan penilaian dalam pelaksanaan pembinaan, sehingga berdampak negatif terhadap mutu pembelajaran.
Permasalahan ini perlu dilakukan penelitian lebih lanjut
supaya dapa diketemukan data yang
valid dan sekaligus dapat ditentukan
alternatif pemecahannya.
C.
PERUMUSAN DAN PEMBATASAN MASALAH
1.
Perumusan masalah
|
INSTRUMENTAL INPUT
Kurikulum
Sarana/Prasarana
Biaya
SDM
|
|
RAW INPUT
Calon Siswa/Siswa
|
|
PROSES
Manajemen Pendekatan Pembelajaran
CTL
Scientific
Tematik
Problem based Learning
|
|
OUTPUT
Terlaksananya Prog. Peningkatan Kuliatis Pendidikan dan
Pembentukan Kepribadiaan Siswa
|
|
ENVIRONMENTAL INPUT
Keluarga
Masyarakat
Stakeholder
|
|
OUTCOME
Kualitas Pendidikan dan
Pembentukan Kepribadian
Siswa
|
|
Gambar 1 : Perumusan Masalah
|
Permasalahan pendekatan
pembelajaran
merupakan permasalahan yang belum
terpecahkan sejalan dengan kompleksitas perubahan ling-kungan,
baik dalam sisi perencanaan, pelaksanaan maupun penilaian. Berbagai pendekatan
pembelajaran telah dikembangkan seperti CTL,
Scientific, Tematik dan Problem Based Learning, akan tetapi belum memberikan dampak yang berarti
bagi peningkatan kualitas pendidikan dan
pembentukan kepribadian peserta didik. Permasalahan ini terjadi dikarenakan belum
optimalnya pemberdayaan raw input
siswa, pemberdayaan intrumental input meliputi kurikulum, pendidik dan tenaga
kependidikan, sarana,
dan biaya; ditambah lagi belum optimalnya keterlibatan environmental input yang terdiri dari
keluarga, masyarakat dan stakeholder.
2. Pembatasan Masalah
Mengingat luasnya masalah yang dirumuskan,
maka peneliti membatasi masalah berkaitan dengan permasalahan perencanaan,
pelaksanaan dan Refleksi pengembangan guru melalui manajemen Probelm Based
Learning, Perencanaan, Pelaksanaan, Penilaian untuk meningkatkan kulatitas
pendidikan dan pembentukan kepribadian peserta didik. Sehubungan dengan hal tersebut,
peneliti dapat menentukan judul penelitian tentang : “IMPLEMENTASI PROGRAM
KEBIJAKAN PENDIDIKAN DALAM
MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIK-AN
DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN PESERTA DIDIK PADA SATUAN PENDIDIKAN MENENGAH ATAS DI KOTA
BANDUNG”.
D.
TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
1.
Tujuan Penelitian
a. Tujuan Umum
1. Ingin memperoleh gambaran tentang Implementasi Program Kebijakan
Pendidikan dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Pembentukan Kepribadian Peserta didik Satuan Pendidikan
Mene-ngah Atas di Kota Bandung.
b. Tujuan Khusus
1. Ingin memperoleh gambaran tentang perencanaan program
kebi-jakan pendidikan untuk menigkatkan
kualitas dan pembentukan kepribadian peserta didik.
2. Ingin
memperoleh gambaran tentang pelaksanaan program
kebi-jakan pendidikan untuk mingkatkan kualitas dan pembentukan kepri-badian
Peserta didik
3. Ingin memperoleh gambaran tentang refleksi/evaluasi program kebijakan pendidikan untuk meningkatkan kualitas dan
pembentukan kepribadian Peserta didik.
2.
Manfaat penelitian
a. Manfaat teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan khasa-nah keilmuan berkaitan dengan Implementasi Program Kebijakan Pendidikan dalam Meningkatkan
Kualitas Pendidikan dan Pemben-tukan Kepribadian Peserta Didik
b. Manfaat Praktis
1) Bagi Guru
Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar
bagi guru untuk meningkatkan kompetensinya dalam Meningkatkan
Kualitas Pendidikan dan Pembentukan Kepribadian Peserta Didik
2)
Bagi Siswa
Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar
bagi siswa untuk mening-katkan Kualitas Pendidikan dan Pembentukan Kepribadiannya
di sekolah, keluarga dan masyarakat.
E.
ASUMSI DAN
PERTANYAAN PENELITAN
1.
Asumsi Penelitian
Pemilihan pendekatan yang tepat akan menentukan terhadap mutu
pembelajaran dan pembentukan kepribadian peserta didik, hal ini sejalan dengan
dengan pendapat Kunandar (2007), bahwa keberhasilan proses belajar mengajar
dipengaruhi oleh : (a) diri siswa sendiri sebagai pelaku utama dalam proses
belajar mengajar, (b) diri guru sebagai pengelola proses belajar mengajar
dengan segala keunikannya, (c) tujuan pendidikan yan menjadi sasaran pencapaian
dari proses belajar mengajar, (d) bahan pengajaran sebagai bahan penunjang
pokok bagi tercapainya tujuan, (e) kemudahan untuk mencapai sumber bahan
pengajaran, (6) suasana sekitar pada waktu belajar.
Problem Based
Learning (PBL) merupakan pendekatan
yang efektif untuk pengajaran proses berpikir tingkat tinggi; pembelajaran ini
membantu siswa untuk memproses informasi yang sudah jadi dalam benaknya dan
menyusun pengetahuan mereka sendiri tentang dunia sosial dan sekitarnya. Dengan Problem
Based Learning (PBL) peserta didik dilatih menyusun sendiri pengetahuannya,
mengembangkan keterampilan memecahkan masalah. Selain itu, dengan pemberian
masalah autentik, siswa dapat membentuk makna dari bahan pelajaran melalui
proses belajar dan menyimpannya dalam ingatan sehingga sewaktu-waktu dapat
digunakan lagi. Hal ini sejalan dengan
pendapat Dutch (1994), Problem
Based Learning (PBL)
merupakan metode instruksional yang menantang peserta didik agar
“belajar dan belajar”, bekerja sama dengan kelompok untuk mencari solusi
masalah yang nyata. Masalah ini digunakan untuk mengaitkan rasa keingintahuan
serta kemampuan analisis peserta didik dan inisiatif atas materi pelajaran. Problem Based Learning (PBL)
mempersiapkan peserta didik untuk berpikir kritis dan analitis, dan untuk
mencari serta menggunakan sumber pembelajaran yang sesuai.
Langkah-Langkah yang ditempuh dalam Proses
Problem
Based Learning (PBL), bila pengajar siap dengan
segala perangkat yang diperlukan. Pembelajar pun harus memahami prosesnya, dan
telah membentuk kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok menjalankan proses
yang dikenal dengan proses tujuh langkah: (1) Mengklarifikasi, (2) Merumuskan
masalah, (3) Menganalisa masalah, (4) Menata gagasan secara sistematis dan
menganalisis bagian yang sudah dianalisis,
(5) Memformulasikan tujuan pembelajaran, (6) Mencari informasi tambahan
dari sumber lain, dan (7) Mensintesis
(menggabungkan) serta menguji informasi baru dan membuat laporan.
Pengertian
kualitas atau mutu, di dalam konteks pendidikan, dalam hal ini mengacu pada
proses pendidikan dan hasil pendidikan. Hal ini
sejalan dengan pendapat Umadi (1999 : 4), menyatakan bahwa kualitas pendidikan merupakan kemampuan sistem pendidikan dasar,
baik dari segi pengelolaan maupun dari segi proses pendidikan, yang diarahkan
secara efektif untuk meningkatkan nilai tambah dan faktor-faktor input agar
menghasilkan output yang setinggi-tingginya, seoptimal mungkin.
Menurut Ace Suryadi dan H.A.R Tilaar, (1993 : 159),
kualitas pendidikan merupakan kemampuan lembaga pendidikan dalam mendayagunakan
sumber-sumber pendidikan untuk meningkatkan kemampuan belajar seokolah. Selanjutnya kerangka
berpikir disajikan seperti gambar berikut ini :
|
Gambar
2 : Kerangka berpikir
|
|
FOKUS/PROSES
PENGEMBANGAN GURU
PERENCANAAN
PELAKSANAAN
PENILAIAN
|
|
SEBAB/AKAR
KEBIJAKAN
PENDIDIKAN
|
|
AKIBAT
KUALITAS PENDIDIKAN
dan KEPRIBADIAN PESERTA DIDIK
|
2.
Pertanyaan Penelitian
Peneliti merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan penelitian
sebagai acuan penelitian, sebagai berikut :
a.
Bagaimana suatu kebijakan pendidikan dapat berpengaruh dalam meningkatkan kualitas
pendidikan dan pembentukan kepribadian peserta didik di lingkungan sekolah dan
dalam kehidupan sehari-hari?
b.
Kebijakan apa saja yang dapat dipakai sebagai
acuan dalam meningkatkan kulaitas pendidikan dan pembentukan kepribadian
peserta didik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari?
c.
Bagaimana cara meningkatkan kulaitas
pendidikan dan pembentukan kepribadian peserta didik?
d.
Hambatan dan tantangan apa yang menyebabkan
kualitas pendidikan dan pembentukan kepribadian peserta didik menjadi rendah?
e.
Sejauhmana proses peningkatan kualitas
pendidikan dan pembentukan kepribadian peserta didik dalam lingkungan sekolah
dan kehidupan sehari-hari?
F. METODOLOGI PENELITIAN
1. Pendekatan dan Metode Penelitian
a. Pendekatan Penelitian
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah Penelitian kualita-tif,
dimana penelitian kualitatif menurut Moleong (2007: 6) adalah penelitian yang
bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek
penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll., secara
holistik, dan dengan cara dideskripsikan dalam bentuk kata-kata dan bahasa,
pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode
alamiah.
Menurut Bogdan dan Taylor (1975) yang dikutip oleh Moleong (2007: 4)
mengemukakan bahwa metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan
data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan
perilaku yang dapat diamati. David
Williams (1995) dalam Moleong (2007: 5)
mengemukakan bahwa penelitian kualitatif adalah pengumpulan data pada suatu
latar alamiah, dengan menggunakan metode alamiah, dan dilakukan oleh orang atau
peneliti yang tertarik secara alamiah. Penelitian kualitatif bertujuan memperoleh gambaran seutuhnya
mengenai suatu hal menurut pandangan manusia yang diteliti. Penelitian
kualitatif berhubungan dengan ide,
persepsi, pendapat atau kepercayaan orang yang diteliti dan kesemuanya tidak
dapat diukur dengan angka.
b.
Metode Penelitian
Pada penelitian
ini digunakan metodologi dengan pendekatan kualitatif, yang mempunyai
karakteristik alami (natural setting)
sebagai sumber data langsung, deskriptif, proses lebih dipentingkan dari pada
hasil, analisis dalam penelitian kualitatif cenderung dilakukan secara analisa
induktif serta makna merupakan hal yang esensial.
Terdapat 6 (enam)
macam metodologi penelitian yang menggu-nakan pendekatan kualitatif, yakni:
etnografis, studi kasus, grounded theory, interaktif, partisipatories, serta
penelitian tindakan kelas. Dalam hal ini penelitian yang digunakan yakni
penelitian studi kasus (case study),
yaitu: suatu penelitian yang dilaksanakan untuk mempelajari secara intensif
tentang latar belakang keadaan sekarang, serta interaksi lingkungan suatu unit
sosial: individu, kelompok, lembaga, atau masyarakat.
2.
Teknik, Analisis dan Instrumen Pengumpulan Data Penelitian
a. Teknik Pengumpulan
Data Penelitian
Teknik pengumpulan
data dalam penelitian ini adalah wawan-cara, observasi serta dokumentasi. Sebab
bagi peneliti kualitatif fenomena dapat di mengerti maksudnya secara baik, jika
dilakukan interaksi dengan subyek melalui wawancara dan observasi, dimana
fenomena tersebut terjadi. Untuk melengkapi data diperlukan dokumen-tasi
(tentang bahan-bahan yang ditulis oleh atau tentang subyek).
Wawancara yaitu
percakapan dengan maksud tertentu. Maksud digunakannya wawancara antara lain : (a)
mengkonstruksi mengenai orang, kejadian, kegiatan organisasi, perasaan,
motivasi, tuntutan, kepedulian dan lain-lain, (b) mengkonstruksikan
kebulatan-kebulatan demikian yang dialami masa lalu.
Teknik wawancara yang
digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam maksudnya
peneliti mengajukan beberapa pertanyaan secara mendalam yang berhubungan dengan
fokus permasalahan, sehingga data-data yang dibutuhkan dalam penelitian bisa
terkumpul secara maksimal sedangkan subjek peneliti dengan teknik Purposive Sampling yakni pengambilan
sampel bertujuan, sehingga memenuhi kepentingan peneliti. Dengan demikian untuk
memperoleh data yang valid dan akurat, peneliti menjadikan beberapa personil
sebagai informan, terdiri dari:
1.
Kepala Sekolah SMA Santa Maria 1 dan 2;
2.
Guru Bimbingan dan Konseling SMA Santa Maria 1 dan 2;
3.
Seluruh Wali Kelas SMA Santa Maria 1 dan 2;
4.
Para Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan dan Uurusan Kurikulum
SMA Santa Maria 1 dan 2;
Teknik Observasi. Dalam
penelitian kualitatif observasi diklasifikasikan dalam 3 (tiga) cara. Pertama, pengamat bisa bertindak sebagai
partisipan atau nonpartisipan. Kedua,
observasi dapat dilaksankan secara terus terang atau penyamaran. Ketiga, observasi yang berhubungan
dengan latar penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik
observasi yang pertama di mana pengamat bertindak sebagai partisipan. Peneliti
menggunakan Teknik Dokumen-tasi dalam
penelitian ini untuk mengumpulkan data dari sumber non insani, sumber ini terdiri
dari dokumen dan rekaman.
b.
Teknik Analisis Data Penelitian
Setelah semua data
terkumpul, maka langkah selanjutnya adalah pengelolahan dan analisa data. Analisis
data ialah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh
dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara
mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkannya kedalam unit-unit,
melakukan sintesa, menyusunnya ke dalam pola, memilih mana yang penting dan
akan dipelajari, serta membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh dirinya
sendiri (Peneliti) atau orang lain.
Analisis data dalam
penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif; jadi dalam analisis data
selama di lapangan peneliti menggunakan model spradley, yaitu tehnik analisa data yang di sesuai-kan dengan
tahapan dalam penelitian, sebagai beritkut :
1.
Dalam tahap penjelajahan dengan teknik pengumpulan data grand tour question, yaitu pertama
dengan memilih situasi sosial (place,
actor, activity), kemudian setelah memasuki lapangan, dimulai dengan
menetapkan seorang informan “key
informant” yang merupakan informan, berwibawa dan dipercaya dapat “membuka-kan
pintu” kepada peneliti untuk memasuki obyek penelitian.
2.
Peneliti melakukan wawancara kepada informan tersebut, dan mencatat
hasil wawancara yang dilakukan. Setelah
itu perhatian peneliti pada obyek penelitian dan memulai untuk mengajukan
pertanyaan deskriptif, dilanjutkan dengan analisis terhadap hasil wawancara.
Berdasarkan hasil dari analisis wawancara berikutnya peneliti melakukan
analisis domain.
3.
Dalam tahap menentukan fokus (dilakukan dengan observasi
terfokus) analisa data dilakukan menggunakan analisis taksonomi.
4.
Dalam tahap selection
(dilakukan dengan cara observasi terseleksi) kemudian peneliti mengajukan pertanyaan
kontras, yang dilakukan dengan analisis komponensial.
5.
Hasil dari analisis komponensial, melalui analisis tema peneliti
menemukan tema-tema budaya/karakter. Berdasarakan pada temuan tersebut,
selanjutnya peneliti menuliskan laporan penelitian kualitatif.
c.
Instrumen Penelitian
pada penelitian ini,
yang menjadi instrumen utama adalah peneliti sendiri.
3. Lokasi dan Subjek Penelitian
a.
Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian pada Sekolah Menengah Atas
(SMA Santa Maria 1) Jl.Bengawan No. 6 dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Santa
Maria 2, Jl. Sulaksana Baru 1 Bandung.
G.
SISTEMATIKA
PENULISAN
Sistematika penulisan tesis ini
adalah sebagai berikut :
1. Bab I Pendahuluan
Berisi
uraian tentang rancangan penelitian, sebagai penyempurnaan penelitian yang
telah dibuat dalam proposal penelitian.
2. Bab II Landasan Teori
Membahas/menguraikan
teori-teori yang mendasari atau menjadi acuan dalam kajian masalah yang
diteliti.
3. Bab III Metode Penelitian
Menguraikan
mengenai metodologi dan prosedur
penelitian secara rinci yang akan dilakukan.
4. Bab IV Temuan Penelitian,
Interpretasi dan Pembahasan Temuan Penelitian.
Pada
temuan penelitian dikemukakan temuan-temuan penelitian hasil analisis.
Interpretasi, temuan penelitian hasil analisis penelitian kualitatif atau dasar
kasar yang esensial diinterpretasikan.
5. Bab V Simpulan dan Rekomendasi
Simpulan
berisi penyimpulan dari temuan-temuan
hasil penelitianyang telah diinterprestasikan dan dibahas pada bab IV.
Rekomendasi/Sasaran
Berisi saran-saran, masukan bagi
pihak-pihak tertentu yang dapat memanfaatkan hasil penelitian ini.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi,
A. (2004). Sosiologi Pendidikan.
Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Arikunto
S, (2015). Dasar-Dasar Evaluasi
Pendidikan Edisi 2, Jakarta, PT. Bumi Aksara.
Borba,
Michele.(2008). Membangun Kecerdasan
Moral; Tujuh Kebajikan Utama Agar Anak Bermoral Tinggi. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama, 2008.
Creswell,
John.W. (2014). Reseach Design, Pendekatan
Metode Kulatitatrif, Kuantitiaf, dan Campuran (14th edition), SAGE
Publication, Inc., Edisi dalam bahasa Indonesia (2016), Jogyakarta : Penerbit
Pustaka Pelajar.
Danim,
S.(2012). Kepemimpinan Pendidikan,
Kepemimpinan Jenius (IQ, EQ), Etika, Perilaku Motivasional dan Mitos. Bandung:
Alfabeta
Ghufron,
M. Nur. (2003). “Hubungan Kontrol diri,
persepsi remaja terhadap penerapan disiplin orang tua dengan prokrastinasi
akademik.” Tesis Ilmu Psikologi UGM Yogyakarta.
Gunarsa,
D. Singgih.(2006). Bunga rampai Psikologi
Perkembangan; Dari anak sampai usia lanjut. Jakarta: Gunung Mulia.
Komisi
Kateketik KWI. (2010) Pendidikan Agama Katolik dan Budipekerti SMA Kelas VII –
IX. Jogyakarta : Kanisius
Moleong,
Lexy. (2002). Metodologi Penelitian
Kualitatif. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya.
Mulyasa,
E, (2014). Revolusi Mental. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Mulyasa,
E, (2015). Manajemen Pendidikan Karakter. Jakarta : PT. Bumi Aksara.
Nasuka,
(2005), Teori Sistem. Jakarta: Percetakan Fajar Interpratama Offset.
Sanusi A, (2015). Sistem Nilai, Alternatif Wajah-wajah
Pendidikan. Bandung: Nuansa Cendikia
Sanusi A, (2016). Pendidikan Untuk Kearifan. Bandung:
Nuansa Cendikia.
Sauri S, (2006). Membangun Komunikasi dalam Keluarga (Kajian
Nilai Religi, Sosial, dan Edukatif. Bandung : PT. Genesindo.
Sauri
S, (2010). Pendidikan Karakter Dalam
Perspektif Islam. Bandung : Rizqi
Press.
Sauri
S, (2010). Meretas Pendidikan Nilai. Bandung: CV. ARFINO RAYA
Sauri
S, (2013). Filsafat dan Teosofat Akhlak,
Kajian Filosofis dan Teologis tentang Akhlak, Karakter, Nilai, Moral, Etika,
Budi Pekerti, Tatakrama, dan Sopan Santun. Bandung: Genesindo.
Sugiyono,
(2006). Metodologi Penelitian kuantitatif
kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Sujana,
(2015), Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah.
Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Syamsudin M Abin, (2012). Psikologi Kependidikan, Perangkat Sistem
Pengajaran Modul. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Tatang
M.A, (2010). Pokok-pokok Teori Sistem., Jakarta: PT. Raya Grafindo Persada
Undang-Undang
Dasar 1945, Hasil Amandemen
Undang-Undang RI nomor 20 Tahun 2003. (2014) Tetang Sisdiknas. Bandung: Penerbit
Citra Umbara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar