Minggu, 04 Juni 2017

IMPLEMENTASI
 KEBIJAKAN PROGRAM PENDIDIKAN
DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN
 DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN PESERTA DIDIK PADA SATUAN PENDIDIKAN MENENGAH ATAS
 DI KOTA BANDUNG

(Studi Kasus di SMA Santa Maria 1 dan 2 Bandung)

PROPOSAL

SEMINAR PENGEMBANGAN PROPOSAL TESIS
Dosen Pengampu :  Prof. Dr.  H. Sutaryat Trisnamansyah, M.A.
       Dr. H. Kakay Karyana, M.M.



 O l e h  :
R. Angwarmase, S.Pd.  NIS : 4103810315166

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN PENDIDIKAN
PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM NUSANTARA
BANDUNG
2017


KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang selalu melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusunan Proposal Penelitian ini dapat terselesaikan pada waktunya.
           Proposal Penelitian  yang berjudulIMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN PESERTA DIDIK PADA SATUAN PENDIDIKAN MENENGAH ATAS DI KOTA BANDUNG” ini, disusun untuk memenuhi persyaratan tugas Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Seminar Pengembangan Proposal Tesis Pascasarjana Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung kelas Makro, angkatan XL.
Dalam penyusunan dan penyelesaian proposal penelitian ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini peneliti mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada: yth. Bapak Prof. Dr.  H. Sutaryat Trisnamansyah, M.A. dan Dr. H. Kakay Karyana, M.M. selaku dosen pengampu Mata Kuliah Seminar Pengembangan Proposal Tesis dan semua pihak yang telah banyak membantu sehingga penulisan propasal tesis ini dapat diselesaikan.
Kami menyadari bahwa hasil proposal tesis ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan proposal tesis ini.

Bandung,    Mei   2017
                                                                           Penulis





i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................          i
DAFTAR ISI ……………………....................................................................         ii
A. JUDUL …………………….........................................................................         1
B. LATAR BELAKANG MASALAH ..........................................................         1
C. RUMUSAN DAN PEMBATASAN MASALAH ....................................         5
     1. Rumusan Masalah .....................................................................................         5
     2. Pembatasan Masalah .................................................................................         6
D. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN ...........................................         6
     1. Tujuan Penelitian                                                                                                6
     2.  Manfaat Penelitian ...................................................................................         7
E. ASUMSI, DAN PERTANYAAN PENELITIAN ...................................         8
     1. Asumsi Penelitian ......................................................................................         8
     2. Pertanyaan Penelitian ................................................................................       10
F. METODOLOGI  PENELITIAN ...............................................................       10
    1. Pendekatan dan Metode Penelitian ........................................................       10
         a. Pendekatan Penelitian ...........................................................................       10
         b. Metode Penelitian .................................................................................       11
    2. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data............................................       11
        a. Teknik Pengumpulan Data .....................................................................       11
        b. Teknik Analisis Data Penelitian .............................................................       13
        c. Instrumen Pengumpulan Data ................................................................       14
    3. Lokasi dan  Subjek Penelitian..................................................................       14
G. SISTEMATIKA PENULISAN .................................................................       14
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................                    16


A.      JUDUL :

IMPLEMENTASI  
KEBIJAKAN PROGRAM  PENDIDIKAN
DALAM  MENINGKATKAN  KUALITAS  PENDIDIKAN  
DAN PEMBENTUKAN  KEPRIBADIAN  PESERTA DIDIK  PADA SATUAN PENDIDIKAN MENENGAH ATAS  DI KOTA BANDUNG
( Studi Kasus di SMA Santa Maria 1 dan SMA Santa Maria 2 Bandung)

B.       LATAR BELAKANG MASALAH
Pembangunan yang sedang dilaksanakan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam rangka perwujudan  cita-cita bangsa Indonesia, sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 alinea ke 4, :
“Kemudian dari pada itu, untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”

Alinea ke 4 Pembukaan UUD 1945  mengatur beberapa segi yang mendasari penyelenggaraan kehidupan bernegara yang disebut pokok kaidah negara yang fundamental sebagai tujuan negara, yaitu:   “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,  memajukan kesejah-teraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan  ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”.

Tujuan Pendidikan  Nasional dalam Pembukaan UUD 1945 hasil Amandemen sebagaimana diuraikan dalam Pasal 31, ayat 3 dan 5 menyebut-kan bahwa : “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang  meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang”.  Pasal 31 ayat 5 menyebutkan bahwa : “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia”, seirama dengan tujuan pendidikan secara internasional.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui lembaga UNESCO (United Nations, Educational, Scientific and Cultural Organization) telah mencanangkan empat pilar pendidikan baik untuk masa sekarang maupun masa depan, yakni: (1) learning to Know, (2) learning to do (3) learning to be, dan (4) learning to live together dalam upaya meningkatkan kualitas suatu bangsa. Keempat pilar pendidikan tersebut menggabungkan tujuan-tujuan IQ (Inteligence Qoutient),  EQ (Emotional Qoutient) dan SQ (Spiritual Qoutient).

Soelaiman (1971) dalam Sauri S (2006 : 3),  menyatakan bawah, pendidikan merupakan bagian integral dan terjalin dengan kehidupan manusia, merupakan kebutuhan hidup yang pokok, merupakan suatu kemutlakan bagi kehidupan manusia. Pendidikan merupakan sarana yang paling utama untuk memberikan respons konstruktif  terhadap permasalahan kehidupan sehari-hari, agar kualitas kehidupan manusia semakin meningkat.

Pendidikan nasional yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 diarahkan untuk meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa dan kualitas sumber daya manusia, mengembangkan manusia serta masyarakat Indonesia yang  beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan, keahlian dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, serta kepribadian yang mantap dan mandiri. Definisi pendidikan yang populer dikalangan  intelektual, sebagaimana dikemukanan Erich Fromm, yakni pendidikan sebagai sarana untuk memanusiakan manusia. Pendidikan seharusnya memberdayakan,  mencerahkan manusia, bukan membentuknya atau membentuk peserta didik menjadi entitas yang cepat diserap industri.

Pendidikan  di Indonesia saat ini cenderung mengarah ke sana, yakni menyiapkan peserta didik menjadi sosok yang siap kerja dan menjadi bagian dari dunia industri. Pendidikan (education) sebenarnya merupakan upaya mebentuk peserta didik untuk memiliki hasrat dan habitus (tindakan naluriah-instinktif)  yang mengarah pada keutamaan (seperti : keberanian, persahabat-an, kemurahan hati, keadilan, keunggulan, kejujuran, percaya diri, mandiri, dan lain sebagainya).

Amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 diatur lebih lanjut dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang memiliki visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Kualitas manusia yang dibutuhkan bangsa Indonesia pada masa yang akan datang yaitu manusia Indonesia yang mampu menghadapi persaingan yang semakin ketat dengan bangsa lain di dunia. Kualitas manusia Indonesia tersebut dihasilkan melalui penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.

Hasil pengamatan dan penelitian pendahuluan di SMA Swasta Santa Maria 1 dan Santa Maria 2 Bandung, dan fakta empiris yang terjadi dalam dunia pendidikan, menunjukkan bahwa, kualitas pendidikan dan kepribadian peserta didik  belum optimal, dan tergradasi dipengaruhi oleh faktor-faktor dari dalam dan dari luar  (Pengaruh globalisasi, lingkungan keluarga, dan masyarakat) sekolah, diantaranya  faktor kebijakan sekolah, efektifitas dan efisiensi pendidikan.  Peraturan Sekolah yang mengikat  cenderung mengikat siswa walau itu penting. Sekolah belum memiliki kurikulum sendiri, karena tuntutan RPP, SILABUS yang “membelenggu” kreatifitias guru dan sekolah dalam mengembangkan kekuatannya, sehingga terjadi RPP banyak yang jiplak (bahkan ada RPP di jual bebas, siapapun boleh meniru) padahal RPP seharusnya unik sesuai dengan kondisi masing-masing sekolah. Adminstrasi-adminstrasi yang ‘membelenggu’ guru, yang menjadikan guru lebih terfokus pada administrasi.

Pendidikan yang efektif  merupakan suatu pendidikan yang memungkinkan peserta didik untuk dapat belajar dengan mudah, menyenangkan dan dapat tercapai tujuan sesuai dengan yang diharapkan. Pendidik (dosen, guru, instruktur, dan trainer) dituntut untuk dapat meningkatkan keefektifan pembelajaran agar pembelajaran tersebut dapat berguna. Pendidikan formal dinilai hanya menjadi formalitas saja untuk membentuk sumber daya manusia; tidak peduli bagaimana hasil pembelajaran formal tersebut, yang terpenting adalah telah melaksanakan pendidikan di jenjang yang tinggi dan dapat dianggap hebat oleh masyarakat.

Pendidikan yang efisien dimaksudkan pendidikan yang menghasil-kan efektifitas dari suatu tujuan dengan proses yang lebih ‘murah’. Dalam proses pendidikan akan jauh lebih baik  jika  memperhitungkan untuk memperoleh hasil yang baik tanpa melupakan proses yang baik pula. Pendidik dan tenaga pendidik kurang mempertimbangkan prosesnya, hanya bagaimana dapat meraih standar hasil yang telah disepakati.  Beberapa masalah efisiensi pengajaran adalah mahalnya biaya pendidikan (biaya sekolah, buku, transportasi, dan biaya lain-lain), waktu yang digunakan dalam proses pendidikan, mutu pengajar dan banyak hal lain yang menyebabkan kurang efisiennya proses pendidikan.

Berdasarkan penelitian pendahuluan pada SMA  Swasta Santa Maria 1 dan Santa Maria 2  di Kota Bandung  menunjukan  bahwa,  kebijakan pendidikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pembentukan kepribadian peserta didik belum menunjukan peningkatan yang optimal,  hal ini dikarenakan belum optimalnya dalam perencenaan, pelaksanaan dan penilaian dalam pelaksanaan pembinaan,  sehingga berdampak negatif terhadap  mutu pembelajaran. Permasalahan ini perlu dilakukan penelitian lebih lanjut supaya dapa diketemukan data  yang valid  dan sekaligus dapat ditentukan alternatif pemecahannya.

C.      PERUMUSAN DAN PEMBATASAN MASALAH
1.    Perumusan masalah
INSTRUMENTAL INPUT
Kurikulum
Sarana/Prasarana
Biaya
SDM
RAW INPUT
Calon Siswa/Siswa
PROSES
Manajemen Pendekatan Pembelajaran
CTL      
Scientific
Tematik
Problem based Learning

OUTPUT
Terlaksananya Prog. Peningkatan Kuliatis Pendidikan dan Pembentukan Kepribadiaan Siswa
ENVIRONMENTAL INPUT
Keluarga
Masyarakat
Stakeholder
  OUTCOME
Kualitas Pendidikan dan Pembentukan Kepribadian
Siswa
 








          







Gambar 1 : Perumusan Masalah
 


Permasalahan pendekatan pembelajaran merupakan permasalahan yang  belum terpecahkan sejalan dengan kompleksitas perubahan ling-kungan, baik dalam sisi perencanaan, pelaksanaan maupun penilaian.  Berbagai pendekatan pembelajaran telah dikembangkan seperti CTL, Scientific, Tematik dan Problem Based Learning,  akan tetapi belum memberikan dampak yang berarti bagi peningkatan kualitas pendidikan dan pembentukan kepribadian peserta didik. Permasalahan ini terjadi dikarenakan belum optimalnya pemberdayaan raw input siswa,  pemberdayaan intrumental input meliputi kurikulum, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana,  dan biaya; ditambah lagi belum optimalnya keterlibatan environmental input yang terdiri dari keluarga, masyarakat dan stakeholder.

2.    Pembatasan Masalah
Mengingat luasnya masalah yang dirumuskan, maka peneliti membatasi masalah berkaitan dengan permasalahan perencanaan, pelaksanaan dan Refleksi pengembangan guru melalui manajemen Probelm Based Learning, Perencanaan, Pelaksanaan, Penilaian  untuk meningkatkan kulatitas pendidikan dan pembentukan kepribadian peserta didik. Sehubungan dengan hal tersebut, peneliti dapat menentukan judul penelitian tentang : IMPLEMENTASI  PROGRAM KEBIJAKAN  PENDIDIKAN  DALAM  MENINGKATKAN  KUALITAS  PENDIDIK-AN   DAN PEMBENTUKAN  KEPRIBADIAN  PESERTA DIDIK  PADA SATUAN PENDIDIKAN MENENGAH ATAS DI KOTA BANDUNG”.

D.      TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
1.    Tujuan Penelitian
a.    Tujuan Umum
1.    Ingin memperoleh gambaran tentang Implementasi Program Kebijakan Pendidikan dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Pembentukan  Kepribadian Peserta didik Satuan Pendidikan Mene-ngah Atas di Kota Bandung.
b.    Tujuan Khusus
                                1.     Ingin memperoleh gambaran tentang perencanaan  program kebi-jakan pendidikan  untuk menigkatkan kualitas dan pembentukan kepribadian peserta didik.
                                2.     Ingin memperoleh gambaran tentang  pelaksanaan   program kebi-jakan pendidikan untuk mingkatkan kualitas dan pembentukan kepri-badian Peserta didik
                                3.     Ingin memperoleh gambaran tentang refleksi/evaluasi program kebijakan pendidikan untuk meningkatkan kualitas dan pembentukan kepribadian Peserta didik.

2.    Manfaat penelitian
a.    Manfaat teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat  mengembangkan khasa-nah keilmuan berkaitan dengan Implementasi Program Kebijakan Pendidikan dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Pemben-tukan Kepribadian Peserta Didik
b.    Manfaat Praktis
1)     Bagi Guru
Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar bagi guru untuk meningkatkan kompetensinya dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Pembentukan Kepribadian Peserta Didik
2)        Bagi Siswa
Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar bagi siswa  untuk mening-katkan Kualitas Pendidikan dan Pembentukan Kepribadiannya di sekolah, keluarga dan masyarakat.



E.    ASUMSI  DAN PERTANYAAN PENELITAN
1.    Asumsi Penelitian
Pemilihan pendekatan yang tepat akan menentukan terhadap mutu pembelajaran dan pembentukan kepribadian peserta didik, hal ini sejalan dengan dengan pendapat Kunandar (2007), bahwa keberhasilan proses belajar mengajar dipengaruhi oleh : (a) diri siswa sendiri sebagai pelaku utama dalam proses belajar mengajar, (b) diri guru sebagai pengelola proses belajar mengajar dengan segala keunikannya, (c) tujuan pendidikan yan menjadi sasaran pencapaian dari proses belajar mengajar, (d) bahan pengajaran sebagai bahan penunjang pokok bagi tercapainya tujuan, (e) kemudahan untuk mencapai sumber bahan pengajaran, (6) suasana sekitar pada waktu belajar.

Problem Based Learning (PBL) merupakan pendekatan yang efektif untuk pengajaran proses berpikir tingkat tinggi; pembelajaran ini membantu siswa untuk memproses informasi yang sudah jadi dalam benaknya dan menyusun pengetahuan mereka sendiri tentang dunia sosial dan sekitarnya.  Dengan Problem Based Learning (PBL) peserta didik dilatih menyusun sendiri pengetahuannya, mengembangkan keterampilan memecahkan masalah. Selain itu, dengan pemberian masalah autentik, siswa dapat membentuk makna dari bahan pelajaran melalui proses belajar dan menyimpannya dalam ingatan sehingga sewaktu-waktu dapat digunakan lagi.  Hal ini sejalan dengan pendapat  Dutch (1994), Problem Based Learning (PBL) merupakan metode instruksional yang menantang peserta didik agar “belajar dan belajar”, bekerja sama dengan kelompok untuk mencari solusi masalah yang nyata. Masalah ini digunakan untuk mengaitkan rasa keingintahuan serta kemampuan analisis peserta didik dan inisiatif atas materi pelajaran. Problem Based Learning (PBL) mempersiapkan peserta didik untuk berpikir kritis dan analitis, dan untuk mencari serta menggunakan sumber pembelajaran yang sesuai.

Langkah-Langkah  yang ditempuh  dalam  Proses  Problem  Based  Learning  (PBL), bila pengajar siap dengan segala perangkat yang diperlukan. Pembelajar pun harus memahami prosesnya, dan telah membentuk kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok menjalankan proses yang dikenal dengan proses tujuh langkah: (1) Mengklarifikasi, (2) Merumuskan masalah,  (3) Menganalisa masalah,  (4) Menata gagasan secara sistematis dan menganalisis bagian yang sudah dianalisis,  (5) Memformulasikan tujuan pembelajaran, (6) Mencari informasi tambahan dari sumber lain,  dan (7) Mensintesis (menggabungkan) serta menguji informasi baru dan membuat laporan.

Pengertian kualitas atau mutu, di dalam konteks pendidikan, dalam hal ini mengacu pada proses pendidikan dan hasil pendidikan. Hal ini  sejalan  dengan pendapat  Umadi (1999 : 4), menyatakan bahwa kualitas pendidikan merupakan kemampuan sistem pendidikan dasar, baik dari segi pengelolaan maupun dari segi proses pendidikan, yang diarahkan secara efektif untuk meningkatkan nilai tambah dan faktor-faktor input agar menghasilkan output yang setinggi-tingginya, seoptimal mungkin. Menurut   Ace Suryadi dan H.A.R Tilaar, (1993 : 159), kualitas pendidikan merupakan kemampuan lembaga pendidikan dalam mendayagunakan sumber-sumber pendidikan untuk meningkatkan kemampuan belajar seokolah.  Selanjutnya kerangka berpikir disajikan seperti gambar berikut ini :
Gambar 2 : Kerangka berpikir
FOKUS/PROSES
PENGEMBANGAN GURU
PERENCANAAN
PELAKSANAAN
PENILAIAN
SEBAB/AKAR
KEBIJAKAN  PENDIDIKAN
AKIBAT

KUALITAS PENDIDIKAN
dan KEPRIBADIAN PESERTA DIDIK
 








2.    Pertanyaan Penelitian
Peneliti merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan penelitian sebagai acuan penelitian, sebagai berikut :
a.         Bagaimana suatu kebijakan pendidikan  dapat berpengaruh dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pembentukan kepribadian peserta didik di lingkungan sekolah dan dalam kehidupan sehari-hari?
b.         Kebijakan apa saja yang dapat dipakai sebagai acuan dalam meningkatkan kulaitas pendidikan dan pembentukan kepribadian peserta didik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari?
c.         Bagaimana cara meningkatkan kulaitas pendidikan dan pembentukan kepribadian peserta didik?
d.        Hambatan dan tantangan apa yang menyebabkan kualitas pendidikan dan pembentukan kepribadian peserta didik menjadi rendah?
e.         Sejauhmana proses peningkatan kualitas pendidikan dan pembentukan kepribadian peserta didik dalam lingkungan sekolah dan kehidupan sehari-hari?

F.       METODOLOGI PENELITIAN
1.    Pendekatan dan Metode Penelitian
a.    Pendekatan Penelitian
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah Penelitian kualita-tif, dimana penelitian kualitatif menurut Moleong (2007: 6) adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll., secara holistik, dan dengan cara dideskripsikan dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.
Menurut Bogdan dan Taylor (1975) yang dikutip oleh Moleong (2007: 4) mengemukakan bahwa metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.    David Williams (1995)  dalam Moleong (2007: 5) mengemukakan bahwa penelitian kualitatif adalah pengumpulan data pada suatu latar alamiah, dengan menggunakan metode alamiah, dan dilakukan oleh orang atau peneliti yang tertarik secara alamiah. Penelitian kualitatif  bertujuan memperoleh gambaran seutuhnya mengenai suatu hal menurut pandangan manusia yang diteliti. Penelitian kualitatif  berhubungan dengan ide, persepsi, pendapat atau kepercayaan orang yang diteliti dan kesemuanya tidak dapat diukur dengan angka.

b.   Metode Penelitian
Pada  penelitian ini digunakan metodologi dengan pendekatan kualitatif, yang mempunyai karakteristik alami (natural setting) sebagai sumber data langsung, deskriptif, proses lebih dipentingkan dari pada hasil, analisis dalam penelitian kualitatif cenderung dilakukan secara analisa induktif serta makna merupakan hal yang esensial.

Terdapat 6 (enam) macam metodologi penelitian yang menggu-nakan pendekatan kualitatif, yakni: etnografis, studi kasus, grounded theory, interaktif, partisipatories, serta penelitian tindakan kelas. Dalam hal ini penelitian yang digunakan yakni penelitian studi kasus (case study), yaitu: suatu penelitian yang dilaksanakan untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang, serta interaksi lingkungan suatu unit sosial: individu, kelompok, lembaga, atau masyarakat.

2.    Teknik, Analisis dan Instrumen Pengumpulan Data Penelitian
a.    Teknik Pengumpulan Data Penelitian
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawan-cara, observasi serta dokumentasi. Sebab bagi peneliti kualitatif fenomena dapat di mengerti maksudnya secara baik, jika dilakukan interaksi dengan subyek melalui wawancara dan observasi, dimana fenomena tersebut terjadi. Untuk melengkapi data diperlukan dokumen-tasi (tentang bahan-bahan yang ditulis oleh atau tentang subyek).

Wawancara yaitu percakapan dengan maksud tertentu. Maksud digunakannya wawancara antara lain : (a) mengkonstruksi mengenai orang, kejadian, kegiatan organisasi, perasaan, motivasi, tuntutan, kepedulian dan lain-lain,  (b) mengkonstruksikan kebulatan-kebulatan demikian yang dialami masa lalu.

Teknik wawancara yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam maksudnya peneliti mengajukan beberapa pertanyaan secara mendalam yang berhubungan dengan fokus permasalahan, sehingga data-data yang dibutuhkan dalam penelitian bisa terkumpul secara maksimal sedangkan subjek peneliti dengan teknik Purposive Sampling yakni pengambilan sampel bertujuan, sehingga memenuhi kepentingan peneliti. Dengan demikian untuk memperoleh data yang valid dan akurat, peneliti menjadikan beberapa personil sebagai informan, terdiri dari:
1.         Kepala Sekolah SMA Santa Maria 1 dan 2;
2.         Guru Bimbingan dan Konseling SMA Santa Maria 1 dan 2;
3.         Seluruh Wali Kelas SMA Santa Maria 1 dan 2;
4.         Para Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan dan Uurusan Kurikulum SMA Santa Maria 1 dan 2;

Teknik Observasi. Dalam penelitian kualitatif observasi diklasifikasikan dalam 3 (tiga) cara. Pertama, pengamat bisa bertindak sebagai partisipan atau nonpartisipan. Kedua, observasi dapat dilaksankan secara terus terang atau penyamaran. Ketiga, observasi yang berhubungan dengan latar penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik observasi yang pertama di mana pengamat bertindak sebagai partisipan. Peneliti menggunakan Teknik  Dokumen-tasi dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data dari sumber non insani, sumber ini terdiri dari dokumen dan rekaman.

b.   Teknik Analisis Data Penelitian
Setelah semua data terkumpul, maka langkah selanjutnya adalah pengelolahan dan analisa data. Analisis data ialah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkannya kedalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusunnya ke dalam pola, memilih mana yang penting dan akan dipelajari, serta membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh dirinya sendiri (Peneliti) atau orang lain.

Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif; jadi dalam analisis data selama di lapangan peneliti menggunakan model spradley, yaitu tehnik analisa data yang di sesuai-kan dengan tahapan dalam penelitian, sebagai beritkut :
1.      Dalam tahap penjelajahan dengan teknik pengumpulan data grand tour question, yaitu pertama dengan memilih situasi sosial (place, actor, activity), kemudian setelah memasuki lapangan, dimulai dengan menetapkan seorang informan “key informant” yang merupakan informan, berwibawa dan dipercaya dapat “membuka-kan pintu” kepada peneliti untuk memasuki obyek penelitian.
2.      Peneliti melakukan wawancara kepada informan tersebut, dan mencatat hasil wawancara yang dilakukan.  Setelah itu perhatian peneliti pada obyek penelitian dan memulai untuk mengajukan pertanyaan deskriptif, dilanjutkan dengan analisis terhadap hasil wawancara. Berdasarkan hasil dari analisis wawancara berikutnya peneliti melakukan analisis domain.
3.      Dalam tahap menentukan fokus (dilakukan dengan observasi terfokus) analisa data dilakukan menggunakan analisis taksonomi.
4.      Dalam tahap selection (dilakukan dengan cara observasi terseleksi) kemudian peneliti mengajukan pertanyaan kontras, yang dilakukan dengan analisis komponensial.
5.      Hasil dari analisis komponensial, melalui analisis tema peneliti menemukan tema-tema budaya/karakter. Berdasarakan pada temuan tersebut, selanjutnya peneliti menuliskan laporan penelitian kualitatif.

c.    Instrumen Penelitian
pada penelitian ini, yang menjadi instrumen utama adalah peneliti sendiri.

3.    Lokasi dan Subjek Penelitian
a.    Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian pada Sekolah Menengah Atas (SMA Santa Maria 1) Jl.Bengawan No. 6 dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Santa Maria 2, Jl. Sulaksana Baru 1 Bandung.

G.      SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematika penulisan tesis ini adalah sebagai berikut :
             1.     Bab I  Pendahuluan
Berisi uraian tentang rancangan penelitian, sebagai penyempurnaan penelitian yang telah dibuat dalam proposal penelitian.
             2.     Bab II Landasan Teori
Membahas/menguraikan teori-teori yang mendasari atau menjadi acuan dalam kajian masalah yang diteliti.
             3.     Bab III Metode Penelitian
Menguraikan mengenai metodologi dan  prosedur penelitian secara rinci yang akan dilakukan.
             4.     Bab IV Temuan Penelitian, Interpretasi dan Pembahasan Temuan Penelitian.
Pada temuan penelitian dikemukakan temuan-temuan penelitian hasil analisis. Interpretasi, temuan penelitian hasil analisis penelitian kualitatif atau dasar kasar yang esensial diinterpretasikan.
             5.     Bab V Simpulan dan Rekomendasi
Simpulan berisi penyimpulan dari temuan-temuan  hasil penelitianyang telah diinterprestasikan dan dibahas pada bab IV.
     Rekomendasi/Sasaran
     Berisi saran-saran, masukan bagi pihak-pihak tertentu yang dapat memanfaatkan hasil penelitian ini.








DAFTAR  PUSTAKA

Ahmadi, A. (2004). Sosiologi Pendidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Arikunto S, (2015). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan Edisi 2, Jakarta, PT. Bumi Aksara.

Borba, Michele.(2008). Membangun Kecerdasan Moral; Tujuh Kebajikan Utama Agar Anak Bermoral Tinggi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2008.

Creswell, John.W. (2014). Reseach Design, Pendekatan Metode Kulatitatrif, Kuantitiaf, dan Campuran (14th edition), SAGE Publication, Inc., Edisi dalam bahasa Indonesia (2016), Jogyakarta : Penerbit Pustaka Pelajar.

Danim, S.(2012). Kepemimpinan Pendidikan, Kepemimpinan Jenius (IQ, EQ), Etika, Perilaku Motivasional dan Mitos. Bandung: Alfabeta

Ghufron, M. Nur. (2003). “Hubungan Kontrol diri, persepsi remaja terhadap penerapan disiplin orang tua dengan prokrastinasi akademik.” Tesis Ilmu Psikologi UGM Yogyakarta.

Gunarsa, D. Singgih.(2006). Bunga rampai Psikologi Perkembangan; Dari anak sampai usia lanjut. Jakarta: Gunung Mulia.

Komisi Kateketik KWI. (2010) Pendidikan Agama Katolik dan Budipekerti SMA Kelas VII – IX. Jogyakarta : Kanisius

Moleong, Lexy. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif.  Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Mulyasa, E, (2014). Revolusi Mental. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Mulyasa, E, (2015). Manajemen Pendidikan Karakter. Jakarta : PT. Bumi Aksara.

Nasuka, (2005), Teori Sistem. Jakarta:  Percetakan Fajar Interpratama Offset.

Sanusi A, (2015). Sistem Nilai, Alternatif Wajah-wajah Pendidikan. Bandung: Nuansa Cendikia

Sanusi A,  (2016). Pendidikan Untuk Kearifan. Bandung: Nuansa Cendikia.

Sauri S, (2006). Membangun Komunikasi dalam Keluarga (Kajian Nilai Religi, Sosial, dan Edukatif.  Bandung : PT. Genesindo.

Sauri S, (2010). Pendidikan Karakter Dalam Perspektif Islam. Bandung : Rizqi Press.

Sauri S, (2010). Meretas Pendidikan Nilai. Bandung:  CV. ARFINO RAYA

Sauri S, (2013). Filsafat dan Teosofat Akhlak, Kajian Filosofis dan Teologis tentang Akhlak, Karakter, Nilai, Moral, Etika, Budi Pekerti, Tatakrama, dan Sopan Santun. Bandung:  Genesindo.

Sugiyono, (2006). Metodologi Penelitian kuantitatif kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Sujana, (2015), Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Syamsudin M Abin, (2012). Psikologi Kependidikan, Perangkat Sistem Pengajaran Modul. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Tatang M.A, (2010). Pokok-pokok Teori Sistem.,  Jakarta: PT. Raya Grafindo Persada

Undang-Undang Dasar 1945, Hasil Amandemen

Undang-Undang  RI nomor 20 Tahun 2003. (2014) Tetang Sisdiknas. Bandung: Penerbit Citra Umbara





Tidak ada komentar:

Posting Komentar